A.
Pengertian Partikel Materi
Partikel materi adalah bagian terkecil dari suatu
materi. Setiap materi mengandung partikel-partikel kecil yang menyusun
zat tersebut yang dapat berupa atom, ion, dan molekul. Sampai saat ini belum
ada yang mengetahui bentuk partikel terkecil zat, para ilmuan berupaya
mengembangkan beragam modelnya dari data yang mereka kumpulkan. Setiap zat yang
berbeda disusun oleh partikel-partikel terkecil yang berbeda pula. Misalnya,
air disusun oleh partikel-partikel terkecil yang berbeda dengan
partikel-partikel terkecil yang menyusun gula pasir.
B.
Atom
Sekitar
450 tahun sebelum Masehi ahli filsafat Yunani Leucippus dan Democritus
menyatakan bahwa semua materi disusun oleh partikel-partikel yang sangat kecil
sekali dan tak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom. Atom berasal
dari bahasa Yunani, yakni atomos ( a:tidak dan tomos:
terbagi).
Pada
tahun 1808 seorang guru kimia dari Inggris John Dalton (1766-1844)
mengajukan pemikiran tentang atom yang dikenal dengan istilah “model atom
Dalton” dengan intisari sebagai berikut:
- Setiap unsur terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi, disebut atom.
- Semua atom dari unsur yang sama memiliki ukuran dan massa yang sama. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki massa yang berbeda pula. Dengan demikian, banyaknya macam atom sama dengan banyaknya macam unsur.
- Atom-atom tidak dapat dirusak . Atom-atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan melalui reaksi kimia.
- Melalui reaksi kimia, atom-atom dari pereaksi akan memiliki susunan yang baru daaan akan saling terikat satu sama lain dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu.
Dalam
gambar-gambar atom dari unsur yang berbeda diberi warna yang berbeda hanya
untuk menunjukkan bahwa atom tersebut berasal dari unsur yang berbeda.
Pewarnaan ini bukan warna dari atom itu sendiri.
Dalam
keadaan tunggal atom tidak memiliki sifat-sifat tertentu, seperti warna, wujud,
massa jenis, daya hantar listrik, titik didih, titik leleh, dll. Sifat-sifat
itu baru muncul jika atom-atom dalam jumlah besar bergabung membentuk kumpulan
atom dengan cara-cara tertentu. Cara-cara atom berikatan akan menentukan sifat
dari zat yang dibentuk.
Para
ahli kimia menyusun unsur dan senyawanya dalam suatu sistem periodik unsur
yaitu suatu tabel yang berisi 118 unsur yang berada dalam keadaan bebas ataupun
senyawanya di alam bahkan juga unsur-unsur yang hanya ada di laboratorium.
Kolom
dalam sistem periodik unsur disebut golongan. Dalam setiap golongan
hanya terdapat satu golongan unsur. Dalam satu golongan, unsur-unsur akan
disusun sesuai dengan kenaikan nomor massa.
Unsur-unsur
golongan utama diberi tambahan simbol A dibelakang nomor
golongannya. Unsur-unsur dalam golongan utama pertama (IA) disebut unsur
golongan logam alkali (hidrogen bukan logam jadi tidak termasuk logam
alkali). Golongan utama kedua (IIA) unsur logam alkali tanah.
Unsur-unsur dalam golongan utama ketujuh (VIIA) disebut unsur golongan halogen,
dan unsur dalam golongan utama kedelapan (VIIIA) disebut unsur golongan gas
mulia.
Setiap
baris sistem periodik dimulai dengan unsur logam alkali dan berakhir dengan
unsur gas mulia. Unsur-unsur yang merupakan satu golongan akan ditemukan
kembali sifat atomnya secara periodik dalam setiap baris. Oleh karena itu
baris dalam sistem periodik disebut periode. Nomor periode ditulis
dengan angka 1,2,3,4,5,6, dan 7. Periode pertama hanya unsur hidrogen dan
helium
Dalam
sistem periodik, setiap unsur ditulis dalam bentuk lambang disertai nomor atom
dan nomor massa.
Lambang
atom unsur litium adalah Li
Nomor
atom unsur Li adalah 3
Nomor
massa unsur Li adalah 6
C.
Molekul
Banyak
partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom, melainkan gabungan
dari dua atau lebih atom unsur. Gabungan dua atom atau lebih dari unsur yang
sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya dari unsur yang sama
molekulnya disebut molekul unsur. Contoh molekul unsur diantaranya O2
(oksigen), H2 (hidrogen), N2 (nitrogen), O3
(ozon), dan S8 (belerang). Jika molekulnya tersusun dari dua atau
lebih atom dari unsur yang berbeda disebut molekul senyawa. Contohnya CO2
(karbon dioksida), H2O (oksigen), C12H22O11
(gula putih), C2H5OH (etanol), dan CO (karbon monoksida)
yaitu gas yang dapat meracuni darah kita sehingga menimbulkan kematian.
D.
Ion
Pada
pertengahan abad ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tidak
semua senyawa terbentuk dari gabungan dua atau lebih atom unsur, melainkan oleh
gabungan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Muatan
ion satu kali atau beberapa kali muatan elektron, yaitu muatan terkecil
yang disebut muatan dasar.
Logam-logam
membentuk ion-ion bermuatan positif (Kation) dan unsur bukan logam
sebagian besar membentuk ion bermuatan negatif (Anion).
Atom-atom
dalam keadaan netral mengandung muatan positif dan negatif yang sama jumlahnya.
Muatan ion dapat diperkirakan dari letak unsur dalam sistem periodik.
Ion
logam alkali (IA) selalu membentuk ion-ion bermuatan positif satu, misalnya ion
litium (Li+), ion natrium (Na+), dan ion kalium ((K+).
Ion-ion logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua, misalnya ion
kalsium (Ca2+), dan magnesium (Mg2+).
Ion-ion
dari unsur golongan halogen (VIIA) selalu bermuatan negatif satu, yaitu ion
fluorida (F-), ion klorida (Cl-), ion bromida (Br-),
dan ion iodida (I-). Ion-ion dari golongan VIA membentuk ion
bermuatan negatif dua, seperti oksigen membentuk oksida (O2-) atau
belerang membentuk sulfida (S2-). Dari golongan VA, unsur nitrogen
membentuk nitrida (N3-).
Ion-ion
diatas berasal dari satu buah unsur (monoatom). Ion juga terdapat dari
gabungan dua atau lebih atom unsur yang berbeda (poliatom). Misalnya,
ion sulfat (SO42-), ion nitrat (NO3-),
ion asetat (CH3COO-), ion ammonium (NH4+),
dan ion hidroksil (OH-).
Jumlah
muatan listrik dalam suatu senyawa yang tersusun atas ion positif dan negatif
adalah netral. Contohnya NaCl.
Ion-ion
yang bermuatan memiliki gaya tarik listrik yang kuat. Ion-ion yang bermuatan
positif (kation) berikatan dengan ion bermuatan negatif (anion) melalui ikatan
ion (ikatan kimia yang terjadi karena gaya tarik listrik) dan membentuk senyawa
ion (senyawa yang terbentuk karena adanya ikatan ion).
Senyawa
yang tersusun atas ion-ion tidak membentuk molekul melainkan kisi kristal.
Dalam suatu kisi kristal, ion-ion yang saling berlawanan tersusun dengan
susunan antarion tertentu. Kuatnya ikatan antar ion dapat menjelaskan mengapa garam-garam
umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi daripadda zat-zat yang
partikel terkecilnya adalah molekul.
E.
Komponen Penyusun Produk Kimia Di Beberapa Bidang Kehidupan
1.
Bidang Industri
a. Cat
Salah
satu bahan kimia penyusun cat berupa asam akrilat. Suatu asam karbon,
berbentuk cairan tanpa warna dan berbau tajam. Diproduksi dari dari propilena,
suatu gas hasil dari penyulingan minyak. Bahan ini dapat bercampur dalam air,
eter, dan alkohol. Asam akrilat dibuat menjadi serat akrilat.
Serat inilah yang digunakan dalam pembuatan cat, tinta, lem, antioksidan dan
produk pembersih.
Cat
air (dilarutkan dengan air) dan cat minyak (dilarutkan dengan minyak dan
thinner) dapat dipercepat pengeringannya dengan penambahan campuran Plumbum
(Pb) dan Cromium (Cr). Pb (timah hitam atau timbal) merupakan logam yang
bisa mengakibatkan kerusakan sistem saraf pada manusia terutama pada anak
kecil.
b.
Belerang
Belerang
merupakan komponen minyak bumi. Belerang sangat dibutuhkan dalam
pembuatan industri kimia seperti pembuatan ban, pulp, kertas dan sebagai
pendingin ketika memadamkan kebakaran dengan alat pemadam kebakaran otomatis.
2.
Bidang Pertanian
- Pupuk
Pupuk
yang dibuat dari sisa-sisa tumbuh-tumbuhan disebut pupuk alam. Pupuk
buatan dibuat dibuat dipabrik dengan bahan kimia. Pupuk buatan dibedakan
menjadi pupuk nitrogen (untuk pertumbuhan) contohnya pupuk urea
(CO(NH)2)2 dan pupuk ZA (Zwavel Ammonium), pupuk fosfor
(untuk pembentukan akar dari benih, asimilasi tumbuhan, pembentukan
protein, dan mempercepat pembuahan) kekurangan fosfor menyebabkan kekerdilan.
Pupuk kalium (dibutuhkan tanaman pada saat berbuah, contohnya K2SO4
atau KCl). Pupuk majemuk (mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium)
contohnya pupuk NPK.
2
2. Pestisida
Pestisida
merupakan senyawa kimia yang
digunakan untuk memberantas hama tanaman. Berdasarkan kegunaannya pestisida
dibedakan menjadi insektisida (dari senyawa Dikloro
Difenil Trikloro etana untuk memberantas serangga), fungisida
(memberantas jamur atau cendawan), herbisida (untuk memberantas rumput),
larvasida (untuk memberantas hewan pengerat/tikus), dan hematosida
(untuk memberantas cacing nematoda).
Berdasarkan
struktur kimianya pestisida dibagi menjadi:
-
Organoklorin : Mengandung unsur karbon, hidrogen, dan klorin (DDT dan D3
aldrin)
-
Organofosfat : Mengandung unsur fosfat, karbon, dan hidrogen (malathion
/ parathion)
-
Karbamat : mengandung gugus karbamat (contohnya sevin dan baygon)
Berdasarkan
cara kerja obat dalam membunuh serangga atau hama pestisida dikelompokkan
menjadi racun perut (membasmi serangga/hama pengunyah dan
penggigit), racun kontak (membasmi serangga yang mengambil makanannya
dari bagian bawah permukaan daun/bagian tanaamaan yang tidak terkena racun
semprot), dan racun gas (untuk membasmi serangga pada ruang tertutup).
3. Bidang Kesehatan
- Paracetamol
Paracetamol/asetaminophen digolongkan sebagai obat analgesik-antipireutik, yaitu
sebagai pengurang rasa sakit, nyeri, demam dan menekan saraf pusat. Oleh karena
mampu menekan saraf pusat, obat ini menyebabkan kantuk.
2
2. Zat Radioaktif
Zat
radioaktif adalah bahan kimia untuk mendeteksi kebaradaan suatu penyakit dalam
tubuh. Tiga jenis sinar radioaktif adalah sinar alfa (a), sinar beta
(b), dan sinar gamma (g). Beberapa zat radioaktif dan kegunaannya :
- I-131 : Mendeteksi
kerusakan pada kelenjar gondok, terapi kanker kelenjar tiroid.
- Na-24 : Mendeteksi
adanya gangguan peredaran darah
-
Xe-133 :
Mendeteksi penyakit paru-paru
- Fe-59 :
Mempelajari pembentukan sel darah merah.
- Co-60 : Mendeteksi
terapi kanker/tumor
SK:
5.
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
KD:
5.1. Mencari informasi tentang kegunaan
dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
- Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjelaskan efek samping bahan kimia yang
terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga
5.2
Mengkomuni-kasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia
- Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang
terdapat dalam suatu produk
- Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat
dalam produk kebutuhan rumah tangga
Bahan
kimia dalam kehidupan dikelompokkan menjadi bahan kimia dalam rumah tangga
(pembersih, pemutih, dan pembasmi serangga) dan bahan kimia dalam makanan
(pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap).
1.
Pembersih
Bahan
pembersih dalam rumah tangga kimia berfungsi untuk menjaga kebersihan diri
sendiri dan lingkungan.
a.
Sabun
Sabun
ditemukan oleh bangsa Mesir kuno. Ssabun terbuat dari lemak nabati atau hewani
yang dipanaskan dengan larutan alkali seperti natrium hidroksida (sabun
kerras) dan kalium hidroksida (sabun cair).
b.
Detergen (pembersih sintetik)
Pembersih
yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan pengisi,
pemutih, pewangi, penimbul busa, optical brightener (bahan cemerlang),
dan bahan aktif liniar alkil sulfonat bahan (LAS) atau natrium
benzenasulfonat (Na-ABS).
Detergen
memiliki pH sangat basa (9,5-12) yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit.
Kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas,
hingga timbulnya eksim kulit semacam bintik-bintik gatal berair ditelapak
tangan maupun kaki. Jika kulit menyentuh detergen segera dibilas air bersih dan
dikeringkan.
Bahan
aktif ABS dalam detergen merupakan bahan kimia yang sukar terurai oleh
mikroorganisme, sehingga mencemarkan air dan tanah. . Jika air sungai dan tanah
sudah tercemar limbah detergen, dikhawatirkan bahan kimianya terakumukasi dalam
jaringan tubuh yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif semacam tumor atau
kanker.
Efek
samping tersebut dapat dikurangi dengan cara memilih detergen ramah lingkungan.
Lihat kemasan bertuliskan Biodegradable, yaitu bahan yang dapat
diuraikan oleh mikroorganisme seperti LAS (bahan aktif ramah lingkungan
karena struktur kimianya. Berbentuk rantai liniar). Kita harus ikut mencegah
pencemaran lingkungan dengan cara meminimalkan pemakaian detergen sesuai
takaran yang dianjurkan.
c.
Sampo
Sampo
mengandung bahan aktif surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter
sulfat, natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.
d.
Pasta Gigi
Bahan
aktif dalam pasta gigi berupa sodium monofluorofosfat dan kalsium
gliserofosfat yang berfungsi memperkuat lapisan email gigi agar gigi sehat
dan kuat. Jika digunakan secara berlebihan menyebabkan menipisnya email gigi.
e.
Karbol
Bahan
aktif yang terdapat dalam karbol berupa fenol (asam karbolat), asam
klorida (HCL) untuk membunuh kuman-kuman. Bahan ini juga mengandung
racun jika digunakan berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan
dan lingkungan.
2.
Pemutih
a.
Pemutih Pakaian
Bahan
aktif yang terdapat dalam pemutih pakaian berupa larutan natrium hipoklorit
(NaClO) 5,25%. Selain sebagai pemutih bahan aktif ini juga berfungsi
menghilangkan bau dan membunuh kuman (desinfektan).
Pencampuran
natrium hipoklorit dan asam klorida akan menghasilkan gas
klorin. Gas ini dapat merusak tenggorokan dan sistem pernafasan. Jika gas
klorin terhirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian.
b.
Pemutih Kosmetik
Bahan
aktif yang terdapat dalam pemutih kosmetik adalah hidrokuinon (awet
muda, tidak berkerut, dan tampak putih), dan Tretinoin (bahan kimia
turunan vitamin A) untuk menghilangkan jerawat, membuat kulit tampak putih dan
lembut.
Hidrokuinon juga dapat merusak kulit seperti terbakar jika krim yang
digunakan mempunyai kepekatan tinggi. Jika digunakan dalam waktu lama
mengakibatkan benjolan kekuningan pada kulit (okronosis). Jika termakan
dalam jumlah 5-15 gram, dapat mengakibatkan kerusakan sel darah merah (anemia
hemolitik).
Tretinoin juga dapat mengikis lapisan kulit sedikit demi sedikit sama
seperti hidrokuinon. Semasa bahan ini digunakan, kulit akan kelihatan merah,
terasa pedih, kering, dan gatal-gatal. Bahan ini tidak boleh digunakan oleh ibu
hamil karena dapat menyebabkan kecacatan janin.
3.
Pewangi
Bahan
aktif yang digunakan untuk pewangi badan berupa triklosan. Sedangkan
bahan aktif ammonium klorida 5% untuk pewangi pakaian. Benzil
alkohol, benzil asetat, etanol, limone, dan linanol digunakan dalam
pewangi ruangan.
Pewangi
umumnya mengandung hidroalkohol yang dicampur alkohol dengan konsentrasi
50-90%. Jika tertelan, senyawa ini dapat menyebabkan Penekanan fungsi otak dan
menyebabkan kantuk.
4.
Pembasmi Serangga (insektisida)
Ada dua golongan bahan kimia yang digunakan untuk
insektisida:
1.
Insektisida organik, berasal dari unsur-unsur senyawa karbon, missal DDT.
2.
Insektisida anorganik berasal dari unsur-unsur yang bukan senyawa karbon.
Contohnya : natrium arsenat,
aldrin, endrin, dieldrin, kalsium sianida, dan tembaga (II) Sulfat.
Pestisida
memang dapat membunuh hama yang menyerang tanaman , tetapi sisa-sisa pestisida
yang masuk ke sistem perairan dapat membunuh plankton (makanan ikan
kecil). Plankton yang masih hidup dan mengandung DDT dimakan oleh ikan-ikan
kecil yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan
keracunan.
Gas
yang disemprotkan dari pembasmi serangga dapat menyebabkan muntah-muntah, sesak
nafas, kejang bahkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu setelah
menyemprotkan insektisida ke ruangan, jendela harus dibuka supaya banyak udara
yang masuk keruangan.
Selaain
dari insektisida, pencemaaran lingkungan dapat juga disebabkan oleh pupuk. Sisa
pupuk yang masuk ke sistem air menyebabkan ganggang tumbuh subur sehingga
menutupi permukaan air (eutrofikasi)
Dampak
negatif bahan-bahan kimia yang terdapat
dalam rumah tangga dapat dikurangi dengan beberapa cara berikut:
1.
Penggunaan sesuai jenis dan fungsinya.
2.
Pemakaian sesuai aturan dan dosis yang ditentukan pada label kemasannya.
3.
Meletakkan di tempat yang aman dari api dan panas matahari.
4.
dijauhkan dari makanan dan jangkauan anak-anak.
5.
Menggunakan pelindung sapu tangan atau masker dalam pemakaiannya.
5.3 Mendeskripsi-kan bahan kimia alami dan bahan
kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.
-
Mengidentifikasikan fungsi bahan
kimia yang terdapat dalam makanan.
- Menjelaskan bahan-bahan kimia alami
dan buatan yang dapat digunakan dalam bahan makanan kemasan.
- Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia
alami dan buatan
Bahan aditif
adalah bahan yang dengan sengaja atau tidak ditambahkan ke dalam makanan atau
minuman unttuk memperbaiki warna, cita rasa, ketahanan, atau memperbaiki
tampilan. Bahan aditif dapat berupa zat pewarna, pemanis, pengawet, dan
penyedap rasa.
- Bahan Pewarna
Bahan
pewarna ditambahkan dalam makanan untuk memberikan warna yang menawan.
|
Warna
|
Pewarna
Alami
|
Pewarna
Buatan
|
Pewarna
tekstil
|
|
Hijau
|
Daun
suji dan pandan
|
Lissamine
green,hijau FCF
|
|
|
Kuning
|
Kunyit
(kurkumin)
|
Tartrazin
|
Auramin,sudan
I,Ponceau 3R
|
|
Merah
|
Cabai
merah (kapxantin)
|
Karmoisin,
aluna, eritrosin
|
Rhodamin
B
|
|
Ungu
|
Kubis
Ungu
|
Benzil
violet
|
|
|
Biru
|
Indigo
Karmin
|
Dilarang!!
|
|
|
Cokelat
|
teh
atau sedikit kopi
|
Cokelat
HT
|
Karena
dapat
|
|
Orange
|
Sunset
Yellow FCF
|
Menimbulkan
KANKER
|
2.
Bahan Pemanis
Pemanis
alami gula pasir (dari tetes air rebu) dan gula merah (dari nira
pohon kelapa) mengandung kalori yang tinggi, sehingga untuk penderita kencing
manis (diabetes militus) dan kelebihan berat badan (obesitas)
tidak dianjurkan mengkonsumsi pemanis alami dalam jumlah banyak karena akan
meningkatkan kadar gula.
Bagi
penderita diabetes dan obesitas tersedia pemanis buatan (Sorbitol)yang
berkalori rendah sekaligus aman untuk dikonsumsi. Sorbitol mempunyai tingkat
kemanisan sama dengan gula. Pemanis buatan yang lain diantaranya siklamat (memiliki
rasa manis 30 kali lebih besar dari gula), aspartame (rasa manis 160
kali lebih besar dari gula), dan sakarin (rasa manis 400 kali lebih
besar dari gula).
3. Bahan Pengawet
Bahan
pengawet digunakan untuk meningkatkan daya simpan, cita rasa, warna,
menstabilkan, memperbaiki tekstur, sebagai zat pengental/penstabil, anti
lengket, mencegah perubahan warna, serta memperkaya vitamin dan mineral suatu
produk.
|
Pengawet
Alami
|
Kegunaannya
untuk mengawetkan
|
|
Garam
|
Daging,
ikan, dan telur asin
|
|
Gula
|
Buah-buahan
yang akan dibuat manisan
|
|
Asam
Cuka
|
Buah-buahan
karena mampu menghambat tumbuhnya mikroba
|
|
Pengawet
Buatan
|
Kegunaannya
untuk mengawetkan
|
|
Garam
Nitrat dan Nitrit
|
Daging,
sosis, dan burger
|
|
Asam
Banzoat
|
Minuman
ringan, dan Jus buah-buahan
|
|
Asam
Propionat
|
Roti
dan Keju
|
|
Formalin
|
Mayat
(sering dipakai untuk mengawetkan tahu dan bakso)
|
|
Boraks
|
Kayu
(sering dipakai untuk mengawetkan mi, lontong, dan bakso)
|
Garam
Natrium Nitrit juga mampu menghambat pertumbuhan
bakteri Clostridium botulidium, yaitu mikroorganisme yang
menyebabkan botulisme (keracunan makanan).
Bahan
pengawet buatan juga dapat berupa anti oksidan (mampu mencegah bau
tengik pada makanan yang mengandung minyak atau lemak), di antaranya asam
sitrat, asam etanoat, BHA, BHT, vitamin C, Vitamin E, dan asam sorbet.
4.
Bahan Penyedap
Bahan
penyedap ditambahkan dalam makanan untuk melezatkan dan menambah cita rasa
makanan. Bahan penyedap rasa alami (garam dapur) dapat menghambat pertumbuhan
mikrobia pembusuk sehingga makanan menjadi lebih awet. Penyedap rasa
juga ddapat berasal dari bahan nabati seperti jahe, lengkuas, seledri,
dan serai yang sebagian besar mengandung minyak asiri. Ada juga yang berasal
dari hewani berupa daging.
Bahan
penyedap buatan berupa MSG (MonoSodium Glutamat).
Mengonsumsi MSG tidak boleh lebih dari 50 mg/hari/kg berat badan. Jika melebihi
dapat menyebabkam kerusakan sel saraf otak dan Chinese Restaurant Syndrome,
gejala yang timbul berupa wajah berkeringat, kesemutan pada leher, rahang
punggung, sesak napas, dan pusing kepala.
5.4.
Mendeskripsi-kan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika
-
Menjelaskan pengertian zat adiktif
dan zat psikotropika.
-
Menjelaskan dampak negatif zat
adiktif dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial
A.
Zat Adiktif Dan Psikotropika
Zat
Adiktif adalah zat-zat yang pemakaiannya
dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan psikologis yang panjang (drug
dependence). Kelompok zat adiktif adalah narkotika, yaitu zat atau obat
yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisentetis
yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi/menghilangkan rasa nyeri/sakit, dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Berdasarkan
tujuan penggunaan dan tingkat ketergantungan narkotika ada 3 golongan:
1.
Narkotika Golongan I
Narkotika
yang digunakan untuk tujuan pengembangan IPTEK dan tidak digunakan dalam
terapi, mempunyai potensi sangat tinggi dalam mengakibatkan ketergantungan.
Contohnya
opium, koka/kokain, dan ganja.
2.
Narkotika Golongan II
Narkotika
yang berkhasiat dalam pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir, dapat
digunakan dalam terapi dan untuk tujuan IPTEK, serta berpotensi mengakibatkan
ketergantungan. Diantaranya morfin (untuk meghilangkan rasa nyeri
terutama pada penyakit kanker), Fentanil ( untuk anastesi umum), dan Petidin
(banyak digunakan dalam persalinan ibu hamil).
3.
Narkotika Golongan III
Narkotika
yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuaan
IPTEK serta mempunyai potensi ringan dalam mengakibatkan ketergatungan.
Diantaranya Kodein (dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik),
dan Etil morfina /dionin (digunakan sebagai obat batuk).
B.
Psikotropika
Psikotropika didefinisikan sebagai zat atau obat,baik alamiah maupun
sintetik, bukan narkotika, tetapi berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku, serta dapat menyebabkan efek ketergantungan.4 golongan
psikotropika sesuai dengan tinggi rendahnya potensi dalam mengakibatkan
ketergantungan yaitu:
1.
Psikotropika Golongan I
Psikotropika
yang hanya dapat digunakan untuk tujuan IPTEK dan tidak digunakan dalam terapi,
mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. contohnya Ectasy,
Psilosibina dan psilosina, LSD (Lisergik Dietilamida),
Meskalina (Peyot).
2.
Psikotropika Golongan II
Psikotropika
yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk
tujuan IPTEK serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
Diantaranya amfetamin, methamfetamina, metakualon, dan metil fenidat.
3.
Psikotropika Golongan III
Psikotropika
yang berkhasiat untuk pengobatan ddan banyak digunakan dalam terapi atau untuk
tujuan IPTEK, serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom
ketergantungan. diantaranya amobarbital, flunitrazepam, dan katina.
4.
Psikotropika Golongan IV
Psikotropika
yang bermanfaat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi atau
untuk tujuaan IPTEK serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom
ketergantungan. diantaranya barbitural, bromazepam, dan estazolam.
Semua
obat-obatan diatas dibagi 3 kelompok:
1.
Depresan
Obat
terlarang yang menyebabkan depresi (menekan) aktivitas susunan saraf pusat bagi
pemakainya. Pemakai merasa tenang pada awalnya, kemudian apatis, mengantuk, dan
tidak sadarkan diri. Semua gerak refleks menurun, mata menjadi sayu, daya
penilaian menurun, dan gangguan terhadap sistem kardiovaskuler (jantung dan
pembuluh darah). Diantaranya Heroin, Morfin, barbiturat, diazepam, dan
nitrazepam.
Dampak
negatif obat-obatan golongan ini dapat merusak
lever, paru-paru, ginjal, jantung, mempercepat denyut nadi, menimbulkan
kesakitan, kejang-kejang, depresi, dan kematian bila overdosis.
2.
Stimulan
Golongan
obat terlarang ini dapat merangsang fungsi tubuh. Pada awalnya pemakai merasa
segar, penuh percaya diri, kemudian berlanjut menjadi susah tidur, perilaku
hiperaktif, agresif, denyut jantung jadi cepat, dan mudah tersinggung.
Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini contohnya kokain, amfetamin,
ekstasi, dan kafein.
Dampak
negatif golongan stimulan dapat menaikkan
tekanan darah, merusak sel-sel saraf, denyut nadi tidak beraturan, menurunkan
berat badan, dan menyebabkan paranoid serta kematian.
3.
Halusinogen
Golongan
obat terlarang ini menyebabkan adanya penyimpangan persepsi termasuk halusinasi
seperti mendengar suara atau melihat sesuatu. Pemakai menjadi curiga
berlebihan, mata menjadi merah, dan agresif. Obat-obatan ini antara lain LSD,
dan ganja.
Dampak
negatif golongan halusinogen dapat merusak
ginjal, merusak sel-sel saraf, mempengaruhi daya ingat dan konsentrasi, serta
mengakibatkan kebingungan dan ketagihan.
Penyalahgunaan obat terlarang banyak dilakukan oleh para remaja dan
pelajar. Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju masa
puber. Pada masa ini penuh energi, serba ingin tahu, mudah terpengaruh, nekat,
emosi tinggi, selalu ingin mencoba, tidak mau ketinggalan, dan belum memiliki
pertimbangan yang matang.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi penyalahgunaan obatan terlarang antara lain keharmonisan
keluarga yang memudar, rasa ingin mencoba, pengaruh teman, dan ingin melepaskan
diri dari masalah.
Zat
adiktif dan psikotropika sangat berbahaya bagi manusia jika salah dalam
penggunaannya. Salah satu dampak negatif yang paling berbahaya yaitu efek
ketagihan dan ketergantungan (pecandu tidak dapat melakukan kegiatan
apapun bila tidak memakai zat adiktif dan psikotropika). Namun jika digunakan
sesuai fungsi, dosis, dan takaran yang tepat dapat bermanfaat dibidang
kesehatan. Diantaranya untuk:
1. Obat bius/anastesi (thiopental, halothane, enflurane, metoksiflurane,
dan PCP.
2. Obat perangsang (amfetamin, dan kokain)
3. Obat penawar rasa sakit (morfin)
4. Obat tidur (methakualone dan benzodiadepin)
5. Penghilang depresi (metal fenidat)
6. Antiseptik (alkohol)
UU
Narkotika dan UU Psikotropika,
bahwa semua orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan psikotropika
dapat dikenai sanksi berupa hukuman penjara, denda maksimal 750.000.000,
bahkan hukuman mati, yang mencakup produsen, penyalur, dan pemakai
dengan gradasi (tingkatan) hukumaan serta denda yang bervariasi.
Motto
“mencegah lebih baik dari mengobati”, terbukti dalam kasus pemakaian
obat-obatan terlarang. Bagi yang sudah terjerumus sampai menimbulkan
ketergantungan lebih sulit ditangani dan sukar diberikan pengarahan. Umumnya
sukar untuk menghentikan pemakaian obat. Jalan satu-satunya harus melakukan
perawatan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat dengan diusahakan pengurangan
dosis sampai berhenti. Proses ini membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan
kondisi fisik, psikis, dan sosial.
Tahap
penyembuhan bagi pemakai yang telah menjadi pecandu:
- Pertolongan pertama, yaitu memandikan pecandu dengan air hangat, memberi makan dan minum yang bergizi.
- Resusitasi jantung dan paru, yaitu pernafasan buatan dan rangsangan jantung pada penderita yang overdosis atau sakaw (dilakukan cepat agar penderita tidak meninggal).
- Detoksifikasi, yaitu menghilangkan racun dalam darah penderita (medis ddan nonmedis)
- Rehabilitasi, (setelah detoksifikasi), untuk menghilangkan keinginan terhadap psikotropika dengan membatasi pergaulan dari lingkungan pecandu.
Tahap
diatas memerlukan biaya perawatan yang sangat mahal, maka pencegahan sebelum
penyalahgunaan obat terlarang menjadi sangat penting. Usaha ini antara
lain:
- Pembinaan kehidupan beragama, baik disekolah, keluarga, dan lingkungan.
- Adanya komunikasi yang harmonis antara remaja dengan orang tua dan guru serta lingkungannya.
- Berprilaku positif dengan melakukan aktivitas fisik dalam penyaluran energi (olah raga).
- Pengembangan diri dengan berbagai program/hobi disekolah, rumah, dan lingkungan.
- Mengetahui gaya hidup sehat sehingga mampu menangkal pengaruh/bujukan memakai obat terlarang
- Saling menghargai sesama remaja dan anggota keluarga.
- Menyelesaikan berbagai masalah dikalangan remaja atau pelajar secara positif dan konstuktif.
Untuk
masa depan yang lebih baik semua pihak berperan aktif dalam pemberantasan
narkoba dengan cara sebagai berikut:
- Tidak terlibat dalam jaringan narkoba, baik langsung maupun tidak langsung, seperti pemakai atau pengedar.
- Menolak ajakan teman atau orang yang baru dikenal apabila menawarkan narkoba, meskipun tanpa harus membelinya.
- Memberituhukan kepada pihak berwajib setempat apabila mengetahui adanya sindikat narkoba
Selain
obat-obatan ada juga alkohol dan rokok yang dapat mengakibatkan
kecanduan.
- Alkohol
Alkohol
merupakan zat yang mengandung etanol. Zat kimia ini daya kerjanya menekan
sistem susunan saraf pusat. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke
seluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkaatan kadar alkohol dalam
darah orang menjadi EUFORIA, namun dengan penurunannya orang tersebut
menjadi depresi. Ada 3 golongan minuman beralkohol yaitu:
- Golongan A : Kadar etanol 1% – 5% (bir)
- Golongan B : Kadar etanol 5% – 20% (anggur dan wine)
- Golongan C : Kadar Etanol 20% – 45% (Whiskey, Vodka, TKW, dan Kamput)
Efek
yang ditimbulkaan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera
tergantung dari jumlah atau kadar alkohol yang dikonsumsi. Kadang alkohol
digunakan dengan kombinasi obat-obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya
menjadi lebih berbahaya bahkan menyebabkan kematian.
- Rokok
Rokok
dan Asap rokok mengandung 4000 komponen yang berbahaya. Tiga komponen senyawa
toksik utama dalam asap rokok yaitu:
A.
Karbon Monoksida
Yaitu
suatu gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Dalam darah, karbon
monoksida berikatan dengan hemoglobin menggantikan oksigen, sehingga darah
kekurangan oksigen. Akibatnya tubuh menjadi lemas karena kekurangan oksigen,
bahkan menyebabkan kematian.
B.
Nikotin
Nikotin
adalah suatu alkaloid yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan merupakan
racun bagi saraf. Kadar nikotin yang tinggi dapat menghambat informasi ransang
saraf sehingga mengakibatkaan menurunnya aktivitas refleks tubuh. Nikotin dapat
menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikis.
C.
Tar
Tar
adalah zat yang mempunyai sifat karsinogen (penyebab kanker) dan
menyebabkan iritasi pada paru-paru sehingga menjadi batuk.
Selain
3 zat diatas, masih banyak zat toksik yang bersifat karsinogen (dapat
menimbulkan kanker) walaupun dalam kadar yang rendah. Menjadi perokok aktif
atau pasif rentan terhadap gangguan sistem pernapasan, dan timbulnya kanker
paru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar